Ia mengakui adanya tantangan perbedaan antara generasi kolonial, milenial, dan Gen Z.
"Rata-rata teman-teman yang muda-muda pengen cepat, tapi teman-teman yang senior pengennya alurnya tertata. Itulah yang perbedaan yang harus kita jawab bersama," jelasnya.
Wabup berkomitmen untuk memastikan tujuan pemerintah daerah terlaksana dengan cepat dan baik, mengingat masyarakat menginginkan kerja yang cepat, benar, dan tepat.
Putri Karlina juga menyinggung nilai-nilai kemanusiaan, menegaskan bahwa semua manusia pada dasarnya sama nilainya, terlepas dari perbedaan tanggung jawab, gender, fisik, atau latar belakang.
"Artinya kita hidup bukan untuk mengejar superioritas, bukan untuk mengejar pangkat setinggi-tingginya, bukan mengejar jabatan atau kehormatan setinggi-tingginya," tegasnya.
Di akhir amanatnya, Ia mengingatkan, persaingan yang sehat adalah persaingan dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain. Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut agar selalu fokus berkompetisi dengan diri sendiri saja.
"Saya hari ini harus baik daripada hari kemarin, saya hari besok harus lebih baik dari pada hari ini, serta fokus saja dengan pencapaian diri, tujuan diri," tutupnya.
--------------------------
(Foto: Ridwan Nur Faozan & Sofyan Fauzi/ Diskominfo Kab. Garut)

.png)
















.png)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar