Denpasar, 19 November 2022
Tampilkan postingan dengan label Dibaca : 130 Kali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dibaca : 130 Kali. Tampilkan semua postingan
Kolaborasi Kemenkes-Astra Canangkan Posyandu Prima di Bali Dipublikasikan Pada : Sabtu, 19 November 2022 00:00:00, Dibaca : 130 Kali
Data dan InformasiSelasa, November 22, 202219 November 2022 00:00:00, Dibaca : 130 Kali, Kolaborasi Kemenkes-Astra Canangkan Posyandu Prima di Bali
Dipublikasikan Pada : Sabtu
Tidak ada komentar
Kementerian Kesehatan terus memperluas agenda transformasi layanan kesehatan primer untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan primer yang bermutu dan berkualitas kepada masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Terbaru, dengan mencanangkan Posyandu Pembantu Tonja menjadi Posyandu Prima yang merupakan program kolaborasi dengan PT Astra Internasional Tbk (Persero) pada Sabtu (19/11) di Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar Utara, Bali.
Pencanangan ditandai dengan penandatanganan MoU atau Nota Kesepahaman yang turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Bali, Wakil Walikota Denpasar dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada acara Festival Kesehatan Astra.
''Ini adalah bagian dari transformasi layanan primer supaya lebih memperkuat dan mendekatkan keberadaan Kemenkes di masyarakat,'' Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Maria Endang Sumiwi saat ditemui disela pencanangan.
Dirjen Maria menjelaskan melalui transformasi layanan primer, posyandu prima di Dorong memiliki layanan kesehatan yang terstandardisasi dengan menerapkan sistem digitalisasi yang kian mempercepat layanan.
Dari segi layanan juga akan ditambah, sehingga semakin lengkap yang fokus pada upaya promotif preventif. Sasaran layanan juga akan diperluas pada semua siklus hidup mulai dari bayi sampai lansia .
Keberadaanya akan didukung dengan penyediaan berbagai sumberdaya guna mendukung pelayanan kesehatan masyarakat termasuk penyediaan alat pemeriksaan yang memadai dan didukung dengan ketersediaan tenaga kesehatan.
''Dengan berubah menjadi posyandu prima maka kegiatan promotif preventif akan lebih kuat dengan tim yang lebih besar, yaitu awalnya ada bidan 1 dan perawat kader, melalui posyandu prima ditambah kan 2 kader untuk bisa memperkuat layanan kesehatan primer bagi masyarakat di Desa Tenjo,'' ujar Dirjen Maria.
Dirjen Endang mengharapkan dengan pencanangan Posyandu Prima Tanjo bisa di manfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan sebaik-baiknya.
Pemanfaatannya, lanjut Dirjen Endang bukan sekadar pemeriksaan kesehatan. Namun juga skrining kesehatan guna mendeteksi permasalahan kesehatan masyarakat sedini mungkin sehingga derajat kesehatan masyarakat akan meningkat.
Pihaknya juga berharap kolaborasi apik antara Kementerian Kesehatan dengan PT Astra Internasional Tbk dalam upaya penyediaan layanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas melalui revitalization posyandu dapat terus berlanjut dan diperkuat.
Saat ini sedikitnya terdapat 300 ribu unit Posyandu yang direaktivasi menjadi posyandu prima. Revitalisasi Ini merupakan bagian dari transformasi kesehatan layanan primer dalam kerangka memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang masih kurang. Melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder harapannya program ini bisa rampung pada 2024.
''Kami menyampaikan terima kasih kepada Astra yang selama ini telah memberikan kontribusi sosial berkelanjutan, kami berharap ini menjadi awal kolaborasi yang baik antara Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar bersama Astra dalam penyelenggaraan transformasi pelayanan kesehatan primer, serta ke depannya dapat dilaksanakan di provinsi, kabupaten dan kota lain yang menjadi lokasi binaan Astra,'' harap Dirjen Endang.
Pada kesempatan yang sama, Chief of Corporate Human Capital Development Astra Aloysius Budi Santoso menyebutkan bahwa PT Astra Internasional memiliki semangat yang sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan Indonesia Sehat.
Kontribusi astra dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia diwujudkan dalam berbagai program diantaranya Posyandu Terintegrasi untuk ibu, anak, remaja, dan lansia, program Intervensi Gizi, serta program Kesehatan Lingkungan Terintegrasi. Tak hanya itu, Astra juga akan membantu penyediaan alat posyandu di seluruh Indonesia.
Untuk itu, Aloy berharap semangat kolaborasi untuk membangun negeri tersebut dapat terus dilanjutkan demi mewujudkan Indonesia sehat.
''Astra berharap semangat untuk terus berkolaborasi dalam mendukung pemerintah dapat terus berkembang, demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat, tangguh, kreatif dan inivatif,'' pungkasnya.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669. (MF)
Tidak ada Penambahan Kasus GGAPA Dipublikasikan Pada : Kamis, 10 November 2022 00:00:00, Dibaca : 130 Kali
Data dan InformasiJumat, November 11, 202210 November 2022 00:00:00, Dibaca : 130 Kali, Tidak ada Penambahan Kasus GGAPA
Dipublikasikan Pada : Kamis
Tidak ada komentar
Jakarta, 7 November 2022
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Muhammad Syahril mengatakan tidak ada penambahan kasus Gangguan Ginjal Akut pada 6 November 2022.
''Dalam kurun satu minggu terakhir juga terjadi penurunan tren GGAPA di Indonesia,'' ujar dr. Syahril.
Sehingga masih tercatat 324 kasus, yang terdiri dari 27 kasus dalam perawatan, 195 meninggal, dan sembuh 102 kasus. Dalam satu minggu terakhir.
dr. Syahril mengatakan upaya ini merupakan hasil sejak dikeluarkannya Surat Edaran yang melarang nakes dan apotek untuk memberikan obat cair/sirup pada anak.
Ini merupakan langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah, mengingat hasil pemeriksaan terhadap kasus GGAPA yang dilaporkan di 28 provinsi menunjukkan hasil pemeriksaan yang konsisten, faktor resiko terbesar penyebab GGA adalah toksikasi dari EG dan DEG pada sirop/obat cair.
Sejak tanggal 18 Oktober itu jumlah pasien sudah mulai turun terus, pada bulan November awal tanggal 2 sampai tanggal 6 bahkan tidak ada pasien yang bertambah maupun meninggal.
''Dengan kita melarang pemakaian obat di Puskesmas, di dokter-dokter atau tenaga kesehatan, dan penjualan di apotek, serta dengan mendatangkan antidotum maka pasien-pasien yang sedang dirawat itu mengalami perbaikan yang signifikan dan banyak yang sembuh,'' ujar dr. Syahril pada konferensi pers update perkembangan kasus gangguan ginjal akut, Senin (7/11).
Kematian gagal ginja paling banyak terjadi di usia 1 sampai 5 tahun. Mayoritas kasus berada pada stadium 3 (58%). dr. Syahril mengungkapkan stadium 3 itu bisa diobati apabila belum betul-betul menjadi stadium yang sangat berat. Kalau stadium 1 dan 2 kemungkinan besar semuanya bisa diselamatkan.
Kementerian kesehatan juga terus menekan angka kematian akibat GGAPA dengan memberikan antidotum fomepizole sebagai bagian dari terapi pengobatan pasien.
Obat antidotum (penawar) fomepizole injeksi sudah ratusan vial didatangkan dari Singapura, Australia, Kanada, dan Jepang (246 vial). Sebanyak 200 vial antidotum fomepizole juga sudah didistribusikan ke 41 rumah sakit di 34 Provinsi di Indonesia.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id (D2).
























.png)

