Jakarta, 12 November 2022
Tampilkan postingan dengan label 12 November 2022 00:00:00. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 12 November 2022 00:00:00. Tampilkan semua postingan
PeduliLindungi Jadi Karya Sektor Publik Terpilih Pertama dalam Kompetisi Nasional IdenTIK 2022 Dipublikasikan Pada : Sabtu, 12 November 2022 00:00:00, Dibaca : 214 Kali
Data dan InformasiSelasa, November 15, 202212 November 2022 00:00:00, Dibaca : 214 Kali, PeduliLindungi Jadi Karya Sektor Publik Terpilih Pertama dalam Kompetisi Nasional IdenTIK 2022
Dipublikasikan Pada : Sabtu
Tidak ada komentar
PeduliLindungi menjadi karya terpilih pertama dalam kompetisi Indonesia Entrepreneur TIK atau IdenTIK 2022 untuk kategori layanan publik (public sector) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sugeng Haryono kepada Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tiomaida Seviana, SH, MAP pada hari ini, Kamis, (10/11).
''Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya PeduliLindungi kembali meraih penghargaan. Hal tersebut juga menjadi pemacu agar PeduliLindungi terus berkembang menjadi aplikasi yang inovatif melalui beragam fitur kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,'' kata Tiomaida.
Tiomaida menjelaskan, salah satu poin penting kemenangan PeduliLindungi dalam kompetisi ini adalah sifat adaptif dan keberlanjutannya. Selain untuk mempercepat penanganan pandemi, PeduliLindungi kini sedang bertransisi menjadi aplikasi kesehatan masyarakat.
PeduliLindungi juga secara bertahap akan menghadirkan berbagai fitur kesehatan individu secara lengkap yang dimulai sejak kehamilan, persalinan, bayi hingga usia lanjut.
''Salah satu fitur baru yang telah hadir pada tahun ini yaitu terkait sertifikat imunisasi anak, diari kesehatan, dan pengingat jadwal minum obat. Dengan fitur tersebut, pencatatan menjadi lebih ringkas dan terdigitalisasi,'' kata Tiomaida.
Dalam waktu dekat, aplikasi ini juga akan terhubung dengan SATUSEHAT, sebuah platform integrasi data kesehatan individu besutan Kemenkes antar fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, apotek, hingga klinik mandiri.
''Hal tersebut juga memungkinkan para pengguna nantinya dapat mengakses resume medisnya secara mandiri di PeduliLindungi dan tentunya dengan persetujuan pengguna,'' kata Tiomaida.
Poin penting kemenangan PeduliLindungi lainnya dalam kompetisi ini adalah upaya integrasi sistem untuk mengoptimalisasi fungsi penanganan pandemi COVID-19. Seperti integrasi dengan sistem PCare BPJS Kesehatan dan hasil lab antigen dan PCR dari basis data New All Record (NAR) yang digunakan untuk penerbitan sertifikat vaksin.
Selama ini PeduliLindungi telah melakukan kolaborasi dengan melibatkan lembaga dan para pemangku kepentingan lintas sektoral, khususnya untuk mewujudkan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi COVID-19.
Komentar positif pun dilontarkan Anna-Lisa Robertson, seorang warga DKI Jakarta dan juga pengguna aplikasi PeduliLindungi.
''Aplikasi PeduliLindungi sangat luar biasa bagi saya. Setiap harinya saya menggunakannya untuk melakukan check-in saat pergi bekerja dan bepergian. Dengan begitu, saya pun merasa aman karena mengetahui bahwa orang di sekitar saya sudah divaksin dan berstatus negatif COVID-19,'' kata Anna.
Anna juga menceritakan kepuasannya dalam menerima hasil tes antigen dan PCR secara digital di PeduliLindungi.
''Menurut saya hal tersebut sangat efisien. Dalam hitungan menit hasil tes saya muncul di aplikasi. Jadi, tidak perlu repot-repot membawa dan menunjukkan kertas hasil tes kepada petugas,'' ucapnya.
Dengan penghargaan yang telah diraih ini, selanjutnya aplikasi PeduliLindungi berhak mewakili Indonesia untuk berkompetisi di ajang ASEAN ICT Award (AICTA) 2022.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.(NI)
Kemenkes Dorong Nakes Lakukan Pengkinian Data Mandiri Lewat Web Dipublikasikan Pada : Sabtu, 12 November 2022 00:00:00, Dibaca : 290 Kali
Data dan InformasiMinggu, November 13, 202212 November 2022 00:00:00, Dibaca : 290 Kali, Kemenkes Dorong Nakes Lakukan Pengkinian Data Mandiri Lewat Web
Dipublikasikan Pada : Sabtu
Tidak ada komentar
Kemenkes Dorong Nakes Lakukan Pengkinian Data Mandiri Lewat Web
Dipublikasikan Pada : Sabtu, 12 November 2022 00:00:00, Dibaca : 290 KaliJakarta, 12 November 2022Dalam rangka mewujudkan transformasi sumber daya manusia di bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan RI mendorong seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan (Nakes) untuk segera melakukan pengkinian data secara mandiri melalui Portal Informasi Tenaga Kesehatan yang terintegrasi dengan SATUSEHAT. Kesempatan tersebut akan dibuka hingga 11 Desember 2022.''Mulai hari ini, Portal Informasi Tenaga Kesehatan dibuka untuk seluruh profesi tenaga medis dan Nakes di Indonesia. Saya berharap kesempatan pengkinian data secara mandiri ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung upaya Kemenkes dalam melakukan transformasi digital di bidang kesehatan,'' kata Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes, drg. Arianti Anaya, MKM.Sebelumnya, sejak September 2022 lalu, kesempatan untuk pengkinian data secara mandiri juga telah dibuka, namun masih terbatas hanya untuk Nakes yang berprofesi sebagai dokter dan dokter gigi.Selama satu bulan ke depan, seluruh tenaga medis dan Nakes diberikan kesempatan untuk melakukan pengkinian data di Portal Informasi Tenaga Kesehatan yang dapat diakses melalui situs nakes.kemkes.go.idArianti menjelaskan, dengan melakukan pengkinian data, tenaga medis dan Nakes akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain, mendapatkan akses ke program pemerintah secara cepat dan tepat, terdaftar sebagai tenaga medis dan Nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT, serta nantinya dapat mengakses layanan Single Sign On (SSO) di Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SI-SDMK) yang telah terintegrasi.''Dengan terdata pada SISDMK, juga akan memudahkan pendataan untuk pendaftaran PPPK bagi tenaga kesehatan yang bukan Aparatur Sipil Negara,'' ujar drg. Anaya.Untuk melakukan pengkinian data secara mandiri, tenaga medis dan Nakes dapat mengikuti beberapa tahapan berikut ini:Akses website nakes.kemkes.go.idCek data Anda dengan memilih jenis Nakes dan profesi serta masukkan NIK, nama dan tanggal lahirKemudian Anda akan diminta untuk melengkapi data seperti data diri, informasi pendidikan, keanggotaan organisasi profesi, informasi kepemilikan STR, dan SIPPeriksa kembali dan pastikan seluruh data yang Anda isi sudah benar. Selanjutnya klik ''Simpan'' untuk melakukan pengkinian dataBagi tenaga medis dan Nakes yang mengalami kendala selama pengisian data, dapat menghubungi Halo Kemenkes di nomor 1500-567 atau melalui email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id (D2).
























.png)

